Apache Masih Menjadi Web Server Terpopuler Mei 2020

54 sec read

Disclaimer
Saya bekerja di AWS, semua opini adalah dari saya pribadi. (I work for AWS, my opinions are my own.)
Apache Masih Menjadi Web Server Terpopuler Mei 2020
Web Server Survey Mei 2020

TeknoCerdas.com – Apache masih menjadi web server terpopuler pada bulan Mei 2020. Hal ini belum berubah dari bulan April 2020 lalu, dimana Apache menjadi yang terbanyak digunakan.

Menurut data dari Netcraft Apache memiliki market share Apache pada Mei 2020 sebesar 27.21% atau 52,211,324 website aktif. Sedikit menurun sebanyak 0.42% dibanding bulan April 2020 lalu.

Peringkat kedua masih sama yaitu diduduki oleh Nginx sebesar 20.55% atau 39,435,834 website aktif. Naik sebenar 0.99% dibanding bulan April 2020 lalu.

Sedangkan peringkat ketiga dan keempat masing-masing diduduki oleh Google Web Server sebesar 9.86% dan Microsoft (IIS) sebesar 4.72%.

Netcraft mendasarkan hasil survey tersebut menggunakan parameter jumlah website aktif yang survey yaitu sebanyak 191,866,807 website.

Web ServerWebsite AktifProsentase
Apache52,211,32427.21%
Nginx39,435,83420.55%
Google Web Server18,913,6699.86%
Microsoft IIS9,053,1594.72%
Sisa Lainnya72,252,82137.66%
Survey web server pada 191,866,807 website aktif Mei 2020 (Sumber: Netcraft)

Dilansir dari sumber berbeda yaitu W3Tech, Apache juga masih menjadi web server yang paling banyak digunakan dengan market share sebesar 38.2%. Disusul oleh Nginx pada posisi kedua dengan 32.1%.

Sedangkan untuk posisi ketiga dan keempat pada W3Tech ditempati CloudFlare Server dan Microsoft IIS masing-masing dengan market share sebesar 14.5% dan 7.7%.

Web ServerProsentase
Apache38.2%
Nginx32.1%
CloudFlare Server14.5%
Microsoft IIS7.7%
Sisa Lainnya7.5%
Survey web server pada Mei 2020 (Sumber: W3Tech)

Secara umum tren dari market share web server sama dengan bulan sebelumnya. Dimana prosentase Nginx naik mendekati Apache meskipun dengan angka yang tidak signifikan.

Jika melihat data dari W3Tech CloudFlare server menempati posisi ketiga. Ini menunjukkan cukup banyak website yang menggunakan CloudFlare sebagai DDOS protection atau web proxy.

Untuk bulan Juni 2020 sepertinya posisi Apache belum akan tergoyahkan. Anda setuju?