Mirantis Merilis Docker Enterprise versi 3.1

56 sec read

Mirantis merilirs Docker Enterprise versi 3.1
Docker Enterprise versi 3.1 (Hak Cipta Logo: Mirantis)

TeknoCerdas.com – Salam cerdas untuk kita semua. Dunia teknologi mengakui bahwa Docker adalah teknologi container paling populer di era cloud saat ini. Tapi tidak banyak yang tahu jika Docker Inc perusahaan yang mengembangkan Docker ternyata kesulitan untuk mempertahankan Docker Enterprise. Sehingga menjualnya kepada Mirantis. Baru-baru ini Mirantis merilis Docker Enterprise versi 3.1.

Rilis Dokcer Enterprise versi 3.1 seperti dikutip dari ZDNet merupakan perubahan yang cukup signifikan. Untuk container orchestration sekarang Docker Entprise bergantung pada Kubernetes versi 1.17.

Pada versi Kubernetes tersebut terdapat peningkatan stabilitas dan fitur seperti dukungan untuk OS Windows. Sebagai contoh, kluster Docker Enterprise sekarang dapat dengan mudah menggabungkan node Windows Server 2019 kedalam kluster Docker Enterprise.

Beberapa fitur baru lain yang disematkan pada Docker Enterprise:

  • Dukungan untuk GPU Nvidia untuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML)
  • Mempermudah pemasangan lstio sebagai pengendali lalu lintas jaringan yang masuk

Dari sisi dukungan layanan Mirantis menambahkan pilihan dukungan pada Docker Enterprise yaitu: LabCare, ProdCare, dan OpsCare.

Jika sebelumnya layanan dukungan 24×7 hanya untuk kasus tertinggi atau disebut kasus tier-1. Sekarang dengan Mirantis ProdCare pelanggan Docker Enterprise mendapat dukungan proaktif 24×7.

Dengan disematkannya Kubernetes versi 1.17 dan penambahan layanan dukungan, Mirantis berharap cukup banyak dari rilis ini.

Sebagai catatan akhir bagi anda yang mungkin belum mengenal Mirantis. Mirantis adalah sebuah perusahaan yang menyediakan layanan terpadu khusus untuk platform OpentStack dan Kubernetes. Pelanggan mereka sebagian besar adalah enterprise yang ingin menggunakan cloud.

Dengan tambahan Docker Entprise di lini produk mereka maka Mirantis dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan untuk melakukan migrasi layanan ke cloud.