AWS Lambda Sekarang Mendukung Elastic File System (EFS)

57 sec read

AWS Lambda Sekarang Mendukung Elastic File System (EFS)
AWS Lambda (Logo Hak Cipta AWS Inc.)

TeknoCerdas.com – Salam cerdas untuk kita semua. Pada 16 Juni 2020 lalu AWS secara resmi mengumumkan lewat blog resminya bawah AWS Lambda sekarang mendukung Elastic File System (EFS).

Elastic File System (EFS) adalah layanan file sharing berbasis protokol NFS yang disediakan oleh AWS. Sebelum ini EFS biasanya digunakan bersamaan dengan EC2. Dalam arsitektur aplikasi yang konservatif EFS banyak digunakan untuk menyimpan file yang digunakan oleh beberapa instance misal file upload dari pengguna.

AWS Lambda yang ingin mengakses file dapat menggunakan EFS access point seperti halnya pada EC2.

Sehingga masalah limitasi pada storage yang sebelumnya hanya bergantung S3 dapat terselesaikan dengan alternatif EFS.

EFS dapat digunakan bersama-sama dengan Elastic Compute Cloud (EC2), Elastic Container Service (ECS), AWS Fargate maupun layanan yang ada pada on-premise.

Dengan fitur EFS maka sebuah fungsi Lambda dapat menyimpan state dari aplikasi. Jika sebelumnya opsi terbatas pada S3 dan DynamoDB saja, sekarang ada pilihan lain untuk menyimpan state dari aplikasi.

Beberapa studi kasus yang dapat diimplementasikan dengan adanya EFS pada Lambda.

  • Memproses data yang lebih besar dari kapasitas /tmp yang hanya sebesar 512 MB.
  • Memuat file yang sering diubah secara terus-menerus.
  • Menggunakan paket data science yang memerlukan media penyimpanan besar untuk memuat model dan berbagai ketergantungan lain.
  • Menyimpan state dari fungsi dari beberapa pemanggilan (menggunakan nama file unik atau file system locks).
  • Membangun aplikasi yang memerlukan media penyimpanan besar.
  • Migrasi aplikasi lama ke model serverless.
  • Berinteraksi dengan akses data intensif yang didesain untuk file sistem.

Apakah anda tertarik untuk menggunakan EFS pada fungsi Lambda atau sudah cukup dengan kombinasi dengan S3?